"Dari Jemari Terampil Arjosari, Meluncur ke Seluruh Lapangan Bulutangkis Nusantara"
Kelurahan Arjosari yang terletak di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, selama ini mungkin lebih dikenal masyarakat luas sebagai kawasan transit dan pusat transportasi. Namun di balik kesibukan kawasannya, Arjosari menyimpan potensi ekonomi lokal yang terus berkembang, yaitu keberadaan sentra industri rumahan (home industry) pembuat shuttlecock atau kok bulutangkis.
Di pemukiman warga, usaha pembuatan kok ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Banyak rumah warga yang difungsikan sekaligus sebagai tempat produksi, tempat di mana rangkaian bulu unggas dan gabus dirakit menjadi kok siap pakai.
Aktivitas pembuatan shuttlecock di kawasan Arjosari dan sekitarnya mulai berjalan sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an. Perkembangan ini bermula dari beberapa warga lokal yang sebelumnya memiliki pengalaman bekerja di pabrik pembuat alat olahraga. Berbekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat, mereka kemudian mencoba merintis usaha pembuatan kok secara mandiri dari rumah.
Teknik dan keahlian merakit kok tersebut bertahap diajarkan kepada anggota keluarga, kerabat, hingga tetangga sekitar. Proses transfer pengetahuan yang berlangsung bertahun-tahun ini akhirnya mengubah Arjosari menjadi salah satu wilayah konsentrasi pengrajin kok di Kota Malang.
Keberlanjutan usaha pembuatan shuttlecock di Arjosari didukung oleh tingginya permintaan pasar akan kebutuhan bulutangkis yang selalu ada sepanjang tahun. Selain itu, para pengrajin menerapkan sistem kerja komunal dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari pemilahan bulu unggas, pemotongan (plong), pengeleman, penjahitan, hingga perakitan akhir. Kualitas produknya terjaga berkat perpaduan ketelitian tangan dan penggunaan alat bantu presisi untuk menguji kelurusan laju terbang kok. Keunggulan ini makin lengkap dengan fleksibilitas variasi produk, mulai dari kelas latihan hingga pertandingan yang ditawarkan dengan harga tetap bersaing.
Salah satu merek lokal yang lahir dari kawasan ini adalah Arjozz, yang merupakan singkatan dari Arek Arjosari. Usaha ini dirintis oleh Pak Surip sejak tahun 1998 di Jalan Teluk Cendrawasih Gg. 4 No.206, Arjosari. Bermula dari skala rumah tangga, Pak Surip berfokus pada ketelitian pemilihan bahan baku dan kerapian jahitan agar shuttlecock yang dihasilkan memiliki laju terbang yang stabil. Seiring berjalannya waktu, merek Arjozz dan usaha buatan warga Arjosari lainnya terus mengalami perkembangan. Kini, hasil produksi para pengrajin tidak hanya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan lapangan bulutangkis di wilayah Malang Raya dan Jawa Timur, tetapi juga rutin dikirim ke pemesan di luar pulau, seperti Sumatra, Kalimantan, hingga wilayah Indonesia Timur.